Iklan

Diduga Ada Kongkalikong , Pembabatan Hutan Gunung Selindung Secara Ilegal

8/28/20, 14:47 WIB Last Updated 2020-08-28T07:47:22Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Kamis, 27 Agustus 2020

Sambas, Aksaranews.co.id - Pembabatan Hutan Gunung Selindung secara Ilegal oleh pihak Swasta, Djong Haryanto dengan alamat indentitas berdomisili di Jakarta Utara,  berlenggang Bebas, Leluasa melakukan pembabatan hutan, sehingga Menimbulkan polemik,  tanda tanya besar bagi masyarakat, Tanpa ada teguran maupun Larangan dari Pihak  Desa Salatiga, instansi maupun Institusi terkait, terkesan adanya pembiaran dan lemah nya kontrol serta pengawasan. Desa Salatiga, Kecamatan Salatiga, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Selasa,( 25/8/2020)

Hutan merupakan Paru- paru dunia, Habitatnya Hewan- Hewan, pepohonan yang ada di dalam kawasan hutan ini bisa mendaur ulang udara dan menghasilkan lingkungan yang lebih sehat bagi manusia, dan tempat tinggal makhluk hidup yang ada di dalam nya,  apajadinya kalau Hutan itu di babat secara Ilegal tanpa melakukan kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).

Pembabatan Hutan menggunakan alat berat, Bahkan untuk mendatangkan alat berat di lokasi tersebut, Pihak Swasta tidak  mengantongi ijin dalam penggunaan alat berat oleh Departemen
Kehutanan, Alat berat dengan Leluasa keluar masuk di lokasi Pembabatan Hutan Gunung Selindung tanpa ada peringatan maupun Larangan dari pihak desa maupun instansi maupun Institusi terkait.

Seluas 8 Hektare Hutan Gunung Selindung yang dibabat Secara ilegal  oleh pihak swasta ( Djong Haryanto), pengawas lapangan (Khim Cie), sekarang lagi  disorot oleh Masyarakat,  LSM Wapatara ( Andri), karena
Diduga Hutan tersebut Masuk  dalam Hutan Konservasi atau Hutan Penyangga.

Dari kegiatan perambahan Hutan Secara Ilegal, berdampak kepada  Air bersih masyarakat dekat kawasan hutan tersebut menjadi keruh bercampur lumpur ketika Hujan tiba,  belum lagi dampak dari bencana alam yang di akibatkan Hutan Gundul, bahkan habitat hewan, ekosistem menjadi rusak,  tumbuh- tumbuhan yang ada di hutan itu hilang. Kegiatan ilegal itu Tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan dan sosialnya.

Kepala Desa Salatiga, Hamdani mengatakan bahwa, Lahan tersebut sudah di beli oleh pihak swasta (Djong Haryanto), status surat dalam bentuk SKT,  pembabatan  hutan seluas 8 Hektar menggunakan alat berat tidak  memiliki ijin, Kami sudah memberikan teguran secara lisan, Namun tidak di indahkan oleh Pihak swasta Khim Cie ( Pengelola Lapangan). Pihak Desa tidak melaporkan Hal tersebut kepada Instansi, maupun Institusi terkait.

Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH), H Eko Susanto, menambahkan bahwa benar,  perambahan Hutan Gunung Selindung tidak memiliki ijin secara tertulis maupun lisan kepada pihak Perkim LH, Kepala desa maupun camat mengatakan kegiatan ini tidak memiliki ijin. Dengan Adanya  persoalan ini, kami akan mangkaji secara bersama. harus Setiap kegiatan didekat hutan lindung harus  memilik ijin, jika terjadi  pelanggaran, akan kita proses sesuai aturan Hukum yang berlaku, Tutup Eko.
( Anggara/ Ovi Yandi)
Komentar

Tampilkan

Terkini