Iklan

ARB Bersama Warga Jatimulya Menolak dan Penutupan , Pembongkaran Jembatan Dia Over Pas Km 13 +800

8/24/20, 13:28 WIB Last Updated 2020-08-24T06:28:27Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Aksara news.co.id -KABUPATEN BEKASI - Penutupan Jembatan dua ini lantaran pihak Adhi Karya akan membangun depo proyek transportasi MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) di area tersebut.


Seperti yang disampaikan oleh Ketua (ARB) Bekasi Raya, Machfudin Latif seusai mengikuti rapat bersama warga, tokoh masyarakat, pemerintah setempat, dan seharusnya dihadiri pula oleh perwakilan pihak pelaksana pembangunan proyek di Aula Kantor Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan,


Bahwa hasil kesepakatan bersama dalam rapat musyawarah untuk mufakat tersebut telah memutuskan MENOLAK rencana penutupan akses jembatan penyeberangan Tol disekitar proyek pembangunan MRT dan LRT,


Pihak pengembang PT. Adhi Karya (persero) Tbk"tidak menghadiri undangan yang di berikan pihak kelurahan jatimulya untuk menyelesaikan permasalahan yang ada," ujar latif


" Secara the Jure, rapat bersama warga masyarakat Jatimulya menurut saya pribadi, dan kawan-kawan ARB serta pemuda tidak memenuhi quorum karena tidak semua unsur rapat hafir pada agenda rapat ini. Hal ini dikarenakan tidak ada satu unsur yang hadir disana, yaitu pihak pelaksana pembangunan proyek," terangnya.


Ketua Aliansi Rakyat Bekasi secara tegas menyampaikan aspirasi menolak keras atas rencana penutupan dan pembongkaran Jembatan 2 Over Pass jatimulya karena jembatan tesebut merupakan akses penting dan fundamental mengingat kedua jalan utama yang lain sering kali diterjang banjir dengan ketinggian yang luar biasa, hanya jembatan inilah satu2 nya nafas panjang warga jatimulya dalam menjalani aktifitas kesehariannya.


Lurah Jatimulya, Charles Mardianus usai rapat memberikan keterangan bahwa warga sepakat menolak penutupan jembatan yang merupakan akses jalan jalur utama warganya tersebut.

"Rencana penutupan permanen akses jalan Jembatan dua mendapat penolakan dari seluruh warga Jatimulya. Warga saya secara bersama sudah menyatakan sepakat menolak penutupan jalur jembatan tersebut, sebelum ada solusi dari pihak pelaksana," kata Charles.

Dalam hal ini, Charles menegaskan bahwa warga telah sepakat menolak dengan tegas rencana penutupan jembatan akses jalan itu. "Kita semua juga sangat menyesalkan dengan tidak hadirnya pihak pelaksana pembangunan proyek LRT dan MRT untuk dapat duduk bersama melakukan dialog dengan warga dalam rangka mencari solusi terbaik," tuturnya.

Warga telah berkumpul bersama untuk melakukan dialog mencari jalan keluar untuk permasalahan terkait penutupan jembatan melalui musyawarah, sayangnya pihak pelaksana proyek tidak hadir padahal pihak pelaksana telah di undang secara resmi,
Komentar

Tampilkan

Terkini