Iklan

Rosiana Tendean dan Angka Keberuntungan

Kamis, 27 Agustus 2020, 12:34 AM WIB Last Updated 2020-08-27T01:57:01Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini




AKSARANEWS.CO.ID - Tidak banyak pemain yang bisa memetik sukses ketika tampil merangkap di panggung bulutangkis internasional. Dari yang sedikit itu, nama Rosiana Tendean layak disebut duluan. Performanya sama-sama mengkilap. Baik ketika tampil di ganda putri maupun ganda campuran.

Itulah Rosiana Tendean. Pada Selasa, 25 Agustus 2020 ini, dia tengah merayakan hari ulang tahun. Dalam perjalanan karier sebagai penggawa pelatnas dari tahun 1983 hingga 1994, salah satu legenda hidup bulutangkis ini, mencatatkan prestasi menawan.

Rosi, sebutan akrabnya, telah mengukir begitu banyak prestasi manis. Mulai dari juara turnamen seri IBF world grand prix, final grand prix, Piala Dunia, SEA Games, hingga ikut memboyong Piala Uber 1994 di Jakarta. Hanya pada ajang Piala Sudirman 1991 dan 1993, serta Asian Games 1990, dia harus puas dengan kalungan medali perak.

Pada final beregu putri AG 1990 di Beijing itu, Indonesia dikalahkan tuan rumah 1-4. Ketika Susy Susanti, Minarti Timur, Sarwendah Kusumawardhani, serta Verawaty/Lili Tampi kalah, satu-satunya kemenangan tim Merah-Putih dipersembahkan Rosi/Erma Sulistianingsih. Mereka menggasak Yao Fen/Lai Caiqin, 9-15, 15-11, 15-10.

Ketika sudah gantung raket pun, masih ada prestasi yang diukir Rosi. Berduet dengan Alexander Tandun, Rosi menggondol medali emas ganda campuran KU 50+ pada ajang BWF World Senior Championship 2017 di Kochi, India.

Hebatnya, prestasi yang dikoleksi Rosi itu didapat dari dua nomor: ganda putri dan campuran. Di ganda putri, dia pernah berpasangan dengan Mary Herlim, Suzi Ogeh, Imelda Wigoena, Verawaty Fadjrin, Ivana Lie, Erma, Susy Susanti, hingga Elysa Nathanael. Sedangkan di campuran, Rosi tampil bareng, mulai dari Chafidz Yusuf, Rudy Gunawan, Eddy “Kempong” Hartono, hingga Ricky Soebagdja.

“Dahulu, secara individu, saya dkk., memang dilatih keras oleh Om Tong Shinfu yang menangani ganda putri. Berbekal hasil latihan ini, saat main rangkap ya nyaman-nyaman saja. Fisik dan teknik tidak ada masalah. Ketika main di ganda campuran, chemistry saya dengan Gunawan, Kempong, Chafidz, atau Ricky bisa cepat nyatu. Padahal, kita nggak pernah latihan bareng secara khusus,” tutur Rosi.

Yang unik, kalau dicermati dari daftar prestasi yang dikoleksi, entah ini memang hanya kebetulan atau tidak, sukses Rosi sepertinya selalu berhubungan erat dengan angka 5. Bisa jadi, 5 menjadi angka keberuntungannya.

Simak saja. Dia lima kali membela Indonesia tampil di kancah perebutan Piala Uber. Yaitu, tahun 1984, 1986, 1990, 1992, dan 1994. “Ikut merebut Piala Uber 1994 di Jakarta menjadi kenangan begitu manis bagi saya. Karena selain jadi juara, setelah itu, saya gantung raket,” ujar Rosi.

Di pentas SEA Games, Rosi juga begitu. Dia mengoleksi masing-masing lima medali emas yang ditambang dari nomor beregu dan perseorangan. Lima medali emas beregu putri didapat Rosi saat penyelenggaraan SEAG di Singapura 1983, Bangkok (1985), Jakarta (1987), Kuala Lumpur (1989), dan Manila (1991).

Sementara lima emas nomor perseorangan ganda putri SEAG diraih bersama Imelda Wigoena tahun 1985, bareng Verawaty Fadjrin (1987), dan duet dengan Erma (1989). Di SEAG 1991, Rosi menambah dua emas dari ganda putri berpartner dengan Erma dan di ganda campuran dengan Ricky Soebagdja.

Rosi pun sempat lima kali berlaga di nomor ganda putri pada ajang Piala Dunia. Hasilnya memang kurang menggembirakan. Tiga kali dia menjadi finalis pada kejuaraan yang digelar di Jakarta 1986 dan 1990, serta di Makau 1991. Dua lainnya menjadi semifinalis ketika main di Malaysia 1987 dan Guangzhou 1992.

Di ajang Indonesia Terbuka, lagi-lagi dia lima kali juara! Di tahun 1987 Rosi sukses bersama Ivana Lie. Berikutnya 1989 dan 1992 berjaya bareng Erma. Rosi juga kampiun ganda campuran bersama Eddy Hartono tahun 1990 dan bareng Rudy Gunawan 1993.

Entah memang kebetulan, Rosi sepertinya tidak bisa jauh dari angka 5. Ketika kampiun ganda putri Indonesia Terbuka 1992 bersama Erma pun, kebetulan sponsor utama kejuaraan yang digelar di GOR Jati Diri Semarang itu adalah perusahaan rokok, 555!

Bahkan, tanggal lahir Rosi yang 25 itu pun merupakan kelipatan angka 5! Heee…

Itulah Rosiana Tendean yang hingga kini tidak bisa meninggalkan dunia tepok bulu. Dia sering diundang sebagai komentator di stasiun televisi dan aktif sebagai penyelenggara kejuaraan.

Saat pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, bukannya sepi, Rosi justru malah bertambah sibuk memberikan latihan privat bulutangkis di banyak tempat di Jakarta. “Banyak orangtua yang minta anaknya dilatih bulutangkis untuk mengisi kegiatan anak-anak daripada diam di rumah. Dalam seminggu, kini saya hanya punya waktu rehat sehari,” cerita Rosi.

Selamat ulang tahun, Rosi. Panjang umur, bahagia, sehat, dan sukses terus dalam berkarya!****
Broto Happy. (Wartawan Bulutangkis senior).
Komentar

Tampilkan

Terkini