Iklan

Menyatukan Sprit Untuk Bangkit

Senin, 13 Juli 2020, 1:54 AM WIB Last Updated 2020-07-12T18:54:41Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

AKSARANEWS.CO.ID - Legenda bukan cerita. Ini nyata dan hadir bersama kita. Itulah yang terjadi pada Sabtu (11/07/2020) sore di lapangan sepakbola Markas Besar Angkatan Udara (MB-AU), Pancoran, Jakarta Selatan. Lebih dari 100 pesepakbola legendaris nasional, hadir untuk reuni akbar. Mereka menumbuhkan semangat, untuk membangkitkan prestasi sepakbola negeri ini.

Mereka main bola bersama, dengan riang gembira. Juga, berbagi cerita tentang beragam kenangan, ketika mereka berjuang di lapangan rumput, demi mengharumkan nama bangsa. Kini, setelah pensiun sebagai pesepakbola nasional, mereka berkumpul di reuni akbar. Bukan untuk pamer kebolehan. Bukan pula untuk pamer prestasi.

Tapi, untuk menggugah generasi pesepakbola kini. Agar lebih giat berlatih, agar lebih sungguh-sungguh meng-upgrade skill. Kenapa? Karena, tingkat persaingan dengan kesebelasan negara-negara lain, semakin sengit. Kompetisi semakin ketat. Dari ranking yang dirilis FIFA pada Kamis (19/12/2019) lalu, di level Asia Tenggara, Indonesia hanya unggul dari 3 negara ini: Laos, Brunei Darussalam, dan Timor Leste.

Di rilis FIFA pada Kamis (20/02/2020), posisi itu tidak berubah. Kita tahu, di awal tahun 2010, Indonesia sempat bertengger di ranking FIFA tertinggi kedua se-Asia Tenggara, di bawah Thailand, sebagai pemilik peringkat tertinggi di Asia Tenggara. Artinya, dalam 10 tahun terakhir, prestasi sepakbola Indonesia, mengalami penurunan peringkat FIFA paling signifikan, dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Percakapan tentang kondisi tersebut, saya dengar pada Sabtu (11/07/2020) sore di pinggir lapangan sepakbola MB-AU itu. Para pesepakbola legendaris nasional yang hadir, tentu saja risau. Saya pikir, pengelola kesebelasan nasional kini, patut merangkul para legendaris itu. Untuk mendapatkan masukan. Untuk merumuskan solusi, demi kebangkitan kesebelasan kita.

Reuni akbar yang diinisiasi oleh Yosef Erwiyantoro dan Yon Moeis tersebut, sesungguhnya merupakan sinyal kuat, yang patut direspon oleh pengelola kesebelasan nasional kini. Kenapa? Pertama, karena mereka peduli pada muramnya kondisi persepakbolaan kita. Kedua, karena mereka telah berinisiatif untuk menyatukan kepedulian, bersama lebih dari 100 pesepakbola legendaris nasional. Ketiga, karena mereka telah menghimpun spirit untuk bangkit dari para pesepakbola legendaris nasional, untuk menggugah generasi pesepakbola kini. Keempat, karena mereka bukan hanya peduli pada kebangkitan kesebelasan nasional, tapi mereka sekaligus peduli kepada para mantan pesepakbola nasional yang membutuhkan bantuan.

Reuni akbar pesepakbola legendaris nasional pada Sabtu (11/07/2020) sore itu, ditujukan untuk menghimpun donasi dari berbagai pihak, untuk kemudian disumbangkan kepada para mantan pesepakbola nasional yang membutuhkan bantuan. Inisiatif Yosef Erwiyantoro dan Yon Moeis tersebut, disambut antusias oleh banyak pihak.
Terbukti, lebih dari 100 pesepakbola legendaris nasional, berkenan hadir, dengan biaya masing-masing. Mereka datang dari berbagai wilayah tanah air. Kalau bukan karena mereka peduli pada persepakbolaan nasional kita, tentu hal itu tak akan terjadi.

Terbukti, banyak pihak yang berkenan untuk berdonasi serta mendukung reuni akbar tersebut. Stasiun televisi ANTV dengan channel ANTVklik bahkan menyiarkan reuni akbar itu secara live streaming, dengan kekuatan penuh. Kalau bukan karena mereka peduli pada persepakbolaan nasional kita, tentu hal itu tak akan terjadi.
Maka, sudah sepatutnya, inisiatif serta “himpunan spirit untuk bangkit” tersebut, kita apresiasi.****
Penulis : Isson Khairul (Persatuan Penulis Indonesia)
Komentar

Tampilkan

Terkini