3 Anak Yatim Terpaksa Tinggal Bersama Neneknya di Rumah Yang Hampir Roboh

6/10/20, 20:27 WIB Last Updated 2020-06-10T13:27:07Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Aksara news.co.id - Kondisi rumah yang di huni seorang  nenek dan ke tiga cucunya yang yatim piatu, sangatlah memprihatinkan, rumah yang terbuat dari bilik bambu terlihat sangat tidak layak untuk di huni. Selain kondisi dindingnya yang sudah banyak terlepas di makan usia, atap rumah nenek ini juga sangat mengkhawatirkan. (10/06)

Kayu penyangga Rumah Nenek Nemah yang berada di Kampung Rumbia Poncol RT 003/ RW 002 Desa karangreja Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Terlihat sudah banyak yang lepas.

Di rumah ini lah nenek Nemah (60thn) berserta ke 3 cucunya siti Apipah (8thn) Mulyani (12 thn) , silpi (13 thn) harus menahan takut ketika hujan tiba, gubuk yang mereka huni makin miring ke belakang,  mereka tidak mampu merenovasi rumah, karena kondisi ekonomi. Apa lagi. Ke dua orang tua dari ke tiga cucunya telah meninggal. Saat cucunya masih balita.

Untuk kebutuhan sehari-hari, Nenek nemah beserta ke tiga cucunya, pergi kesawah, mereka mencari tanaman genjer, dan terkadang menjadi kuli buruh potong padi. Di saat sedang musim panen.

" Sehari paling besar dapat lima belas ribu, dari jualan sayuran genjer. " Ujar  nenek nemah,

Silpi salah satu cucu no dua, sangat berharap, ada dermawan yang mau membantu memperbaiki rumahnya.

" Saya takut kalau hujan, pasti basah semua, tidak bisa belajar, saya pingin rumah gak bocor " Ujar silpi,

Namun sangat di sayangkan, ketika akan di mintai keterangan ke pemerinta desa setempat, hampir semua pejabat desa enggan menjawab, bahkan salah satu mengatakan, mereka akan hadiri pesta Hajatan dahulu.

Setelah menunggu lama, akhir sekretaris Desa menemui nenek nemah,  menurut sekertaris desa karangreja,  pihaknya sudah berkali-kali mengajukan ke pemerintah daerah kabupaten Bekasi, tapi sampai saat ini belum pernah di relokasikan.

" Saat ini saya sedang ajukan untuk menggunakan dana ABN (ADD), Itupun kalau dari pemerintah daerah lambat turunnya. Ujar sekdes. (Sof)
Komentar

Tampilkan