Iklan

Warga Pasrah Terkait Eksekusi Lahan di Kp Jatimulya Kab Bekasi

Kamis, 12 Maret 2020, 5:28 PM WIB Last Updated 2020-03-12T16:16:15Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Terkait eksekusi lahan yang di lakukan Pengadilan Negeri Cikarang  untuk Depo Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di Bekasi Timur, Kamis (12/3). Bangunan yang berdiri di atas 19 bidang tanah di Kampung Jati Mulya Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan itu pun akhirnya dirobohkan warga hanya bisa pasrah

Pembacaan eksekusi putusan oleh PN Cikarang terkait proses eksekusi dilanjutkan dengan perataan rumah menggunakan alat berat disaksikan oleh warga rt 01 rw 07 kampung Jati Mulya Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.

Menurut Lurah Jatimulya, Charles Mardianus pada Kamis (12/3), Semua tahapan sudah di lalui sedang warga juga menyesalkan terkait proses penggusuran yang begitu cepat dan tidak sempat membereskan barang yang masih tersisa.

 Salah satu warga yang belum mendapat ganti untung dari pemerintah adalah Kohar warga rt 01 rw 07  yang  memiliki lahan seluas 60 meter persegi di daerah tersebut , menurutnya ia hanya ingin mengikuti aturan Pemerintah dan sesuai prosedur.


Putusan pembacaan pada pagi ini ditujukan kepada belasan rumah yang sebelumnya sampai ke proses konsinyasi yang merupakan penitipan uang atau barang pada pengadilan untuk pembayaran hutang ganti rugi , konsinyasi pembebasan lahan berdasarkan peraturan Presiden no71
Tahun 2012 untuk kepentingan Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum.

Sedang lahan yang  sudah dieksekusi dan sudah ada kekuatan hukum  nantinya akan mulai dibangun Depo LRT Jabodebek seluas 12,2 hektar oleh PT Adhi Karya selaku pelaksana kerja. luas keseluruhan 12.22 hektar , pembangunan LRT Jabotabek di perkirakan selesai di April 2020 namun karena terkendala pembebasan lahan.  Proyek ini di target di bulan juli 2021 harus selesai. (*)
Komentar

Tampilkan

Terkini