Iklan

Pemda Kabupaten Sambas Pastikan Masyarakatnya Tidak Ada Terdampak Maupun Terpapar Virus Corona

3/17/20, 17:00 WIB Last Updated 2020-03-17T11:32:54Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini






Senin, 16 Maret 2020

Sambas, aksaranews.co.id-  Wabah virus corona benar- benar menjadi momok bagi dunia maupun  Indonesia . Bahkan, Kalimantan Barat,  khususnya Wilayah  Kabupaten Sambas Merupakan  wilayah  terdepan, yang berbatasan  langsung  dengan Malaysia lewat Pos Lintas  Batas Negara (PLBN) Aruk.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr Fatah Maryunani Mengatakan, Setiap  Hari Perlintasan  orang di PLBN Aruk sekitar  400 hingga 500 orang,  kebijakan Dinas kesehatan Kabupaten Sambas Untuk  Membatasi masyarakat Kabupaten Sambas untuk melakukan  perjalanan ke malaysia,  Kucing, Sarawak.

Untuk masyarakat yang sudah terlanjur  masuk  ke wilayah  Kucing  Sarawak,  maka kepulangan nya akan dilakukan pemeriksaan oleh  Petugas Kesehatan yang berada di  PLBN Aruk,  jelas Fatah.

untuk masyarakat yang menderita  batuk,  pilek, demam, sebagai  orang dalam pengawasan, segera  melaporkan diri ke Dinas Kesehatan, dan nantinya akan dilakukan  Pemantauan oleh Tenaga Medis,  kalau  terindikasi Covid 19, Maka akan  dirujuk  Kerumah Sakit di pemangkat,  maupun di Singkawang,  Ujar  Fatah, Senin, (16/3/2020) di kantor  dinas Kesehatan Kabupaten Sambas.

Bupati Kabupaten Sambas, H.  Atbah Romin Suhaili, Lc. MH   Memastikan belum  ada masyarakat Kabupaten Sambas hingga kini yang terpapar  Pirus Korona atau Covid 19 ,  Senin, (16/3/2020) saat  temui di ruang kerjanya.

Menurut Atbah, Kabupaten Sambas aman  Sampai saat ini, merespon yang terjadi  di dunia Internasional, dinamika yang terjadi  di Indonesia,  dan apa yang di upayakan bapak  Gubernur Kalimantan Barat, pemerintah daerah Kabupaten Sambas Telah  merespon  apa yang terjadi  hingga  saat  ini tentang persoalan Virus Korona/ Covid 19.

Bagaimana menjaga nyawa dan jiwa manusia,  agar hingga  saat  ini dan sejak  awal kita antisipasi, kami tidak ingin  Covid 19  ada di Kabupaten Sambas,  hingga Saat ini  tidak ada masyarakat Kabupaten Sambas terpapar Virus Corona Covid 19,  Tegas  Atbah.

Sejak awal Atbah mengupayakan Perlintasan Negara Republik Indonesia di Aruk,  Kecamatan Sajingan Besar,  Kabupaten Sambas,  Kalimantan Barat,  untuk mengantisipasi dan menghadirkan  petugas - petugas yang  berkolaborasi antara Kabupaten,  Provinsi, dan  Pusat, Untuk  mengantisipasi dan Proteksi  secara Optimal. dari situlah kita bisa melakukan sterilisasi,  pemantauan secara baik karena mereka melewati  pintu batas tersebut.

Dan pemerintahan Kabupaten Sambas belum memastikan untuk  menutup PLBN Aruk,  jika dilakukan penutupan,  maka nantinya akan marak  orang - orang  melewati  Jalur  tikus atau Jalur tidak Resmi dan susah untuk terpantau dan terdeteksi  jikalau ada masyarakat yang Terpapar  Covid 19, Ujar  Atbah.

Untuk Itu pemerintah Kabupaten Sambas tetap  Membuka  PLBN Aruk dengan Pengawalan dan Petugas yang Optimal.

Untuk Acara Adat,  Budaya,  pertemuan,  perkumpulan dalam jumlah orang yang banyak bila perlu  dikurangi,  maupun  di tindakan dalam  waktu yang tidak ditentukan ataupun di skejulkan ulang, dan sekolah - sekolah  juga telah diliburkan,  Jelas Atbah.

Bupati mengeluarkan Surat Edaran, Agar seluruh ASN, Pejabat Kabupaten Sambas  tidak keluar Daerah dalam waktu yang tidak ditentukan,  jikalau mereka ingin  keluar ada tugas Penting,  mereka  Harus mendapat persetujuan dari Bupati.

Untuk kawan -  kawan yang sudah  terlanjur  berada  diluar daerah, agar untuk Menjaga kesehatan,  serta  memastikan diri  untuk terhindar dan antisipasi Covid 19.

Atbah mengimbau  kepada seluruh  masyarakat Kabupaten Sambas, untuk membangun Hidup  Sehat, Selalu membiasakan  Cuci tangan,  agar selalu Tenang,  jangan  Panik, dan  Selalu  Berdoa agar terhindar  dari Covid 19, Tutup  Atbah.

Reporter : Rahmadi
Editor      : Dedi Anggara
Komentar

Tampilkan

Terkini