Iklan

Bertemu Mentri Suharso , Presiden IGCN Ajak Indonesia Untuk Aktif di Komunitas Global PBB

Selasa, 03 Maret 2020, 10:09 AM WIB Last Updated 2020-03-03T03:09:21Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini






Aksara news.co.id - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso menerima audiensi dari President Indonesia Global Compact Network (IGCN) Y.W. Junardy di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, pada hari Senin (02/03/2020) siang hari.

Dalam kedatangannya ke Kantor Kementerian PPN/Bappenas, secara khusus President IGCN Y.W. Junardy ingin mengenalkan IGCN kepada Menteri PPN Suharso Monoarfa serta menyampaikan rencana acara Making Global Goals Local Business – Indonesia tanggal 30 Maret mendatang, dimana Menteri Suharso diminta kesediaannya untuk dapat menjadi pembicara.

“Indonesia Global Compact Network (IGCN) adalah jaringan lokal United Nations Global Compact (UNGC) di Indonesia yang diluncurkan pada 8 April 2006. Secara khusus, saya juga meminta kesediaan Bapak Menteri Suharso untuk menjadi pembicara di acara Making Global Goals Local Business – Indonesia tanggal 30 Maret mendatang,” ujar Y.W. Junardy.

Kepada Menteri Suharso, Y.W. Junardy juga menjelaskan UNGC adalah program dari Sekretaris Jenderal PBB yang menyerukan kepada perusahaan-perusahaan di mana pun untuk menyelaraskan programnya sesuai yang dinginkan PBB.

“Diluncurkan pada tahun 2000, mandat Global Compact PBB adalah untuk membimbing dan mendukung komunitas bisnis global dalam memajukan tujuan dan nilai-nilai PBB melalui praktik-praktik korporasi yang bertanggung jawab,” kata Y.W. Junardy.

“UNGC adalah inisiatif khusus Sekretaris Jenderal PBB sebagai seruan kepada perusahaan di mana pun untuk menyelaraskan operasi dan strategi mereka dengan sepuluh prinsip universal di bidang hak asasi manusia, tenaga kerja, lingkungan, dan anti korupsi,” tambah Y.W. Junardy.

Lebih Lanjut President IGCN menambahkan jika anggota IGCN terdiri dari Korporasi (Perusahaan Multinasional, Perusahaan Nasional, dan Usaha Kecil dan Menengah), Akademisi, dan LSM (LSM Global, LSM Lokal, Asosiasi Industri Global, dan Asosiasi Industri Lokal).

Selain itu Y.W. Junardy juga menyebut dengan lebih dari 9.950 perusahaan dan 3.000 non-bisnis yang berbasis di lebih dari 160 negara, dan lebih dari 70 Jaringan Lokal, UNGC adalah inisiatif keberlanjutan perusahaan terbesar di dunia.

“Visi dan Misi IGCN adalah menjadi agen perubahan yang terhormat dalam mempercepat transformasi negara menuju pencapaian hak asasi manusia, tenaga kerja yang kompetitif, lingkungan yang berkelanjutan, dan praktik bisnis yang etis, serta mempromosikan, memfasilitasi dan menerapkan Prinsip-prinsip Global Compact PBB di Indonesia,” tutup Y.W. Junardy.


Senin 02 Maret 2020
Tim Komunikasi Publik
Kementerian PPN/Bappenas
Komentar

Tampilkan

Terkini