Iklan

Seorang Meninggal Dunia , Terendam Banjir di Kampung Sumur , Klender

2/25/20, 07:50 WIB Last Updated 2020-02-25T00:50:59Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini





AKSARANEWS.CO.ID- Musibah banjir yang melanda permukiman di Kampung Sumur, Kelurahan klender, Jakarta Timur membawa duka menyedihkan. Seorang warga yang tinggal di RT 07/ RW 010, Kelurahan Klender ditemukan mengambang tak bernyawa di dalam rumahnya yang tergenang banjir hingga satu meter.

Kejadiannya menurut keterangan Ketua RW 010 Ahmad Robi, warga yang tinggal di RT 07 tersebut bernama Darni yang mengalami sakit pada kakinya. Saat musibah banjir ia menolak diajak keluar rumah oleh menantunya Feri karena mengalami kesulitan berjalan. Darni memutuskan berdiam diri di dalam rumah. Namun air yang terus meninggi di dalam rumahnya, membuat ia kesulitan. “ Sekitar dua jam menantunya menjemput karena air terus naik, setelah pintu rumah digedor, Darni mengambang di dalam rumah, “ ujar Ahmad Robi.

Musibah banjir , Selasa (25/2) memang paling parah. Tahun 2017 juga pernah banjir dan begitu pula di awal Januari 2020. Air paling tinggi hanya sedengkul orang dewasa, namun musibah banjir akibat hujan sejak Senin malam hingga subuh, membuat permukiman warga terdampak dengan ketinggian air antara 75 Cm hingga 100 Cm. Bukan hanya di kawasan kampung Sumur, wilayah yang berdekatan di kawasan permukiman Buaran juga ikut terdampak banjir.

Sejak subuh, sudah terlihat warga yang mengungsi ke Mushola dan Pos pos keamanan warga. “ Saya punya anak-anak tiga masih kecil. Mau mengungsi kesulitan karena gak bawa pakain ganti sama sekali. Semua pakaian anak-anak terendam. Jadi saya duduk saja jaga anak-anak di pos warga,” kata Ibu Amin yang terlihat sedih sambil menggendong anak perempuan yang berusia setahun.

Mushola Al Ahyar, menjadi tempat pengungsian warga Kampung Sumur. “ Hanya Mushola yang layak buat tempat ngungsi, “ kata Ketua RT 010, Munzir

Ada juga warga RT 010 yang mempunyai tiga anak perempuan ikut mengungsi. Namun karena punya bayi perempuan yang masih bayi terpaksa mengungsi di dalam mobilnya yang diparkir di pinggiran jalan.

Sementara itu Lurah Klender, Tri Budiyanto yang meninjau warga terdampak banjir, mengungkapkan rasa prihatin dan ikut berbelasungkawa kepada keluarga yang almarhumah. Pihaknya akan ikut membantu mengurus pemakaman . Ia juga menambahkan kepada waga yang mengungsi untuk sabar dan akan segera dibuat posko dapur umum. “Kita data dan sesegera mungkin bersama relawan dan instansi sosial PMI untuk koordinasi membuat dapur umum dan bantuan lainnya, “ ujarnya. (Sera-21).
Komentar

Tampilkan

Terkini