Iklan

Resto Kita Mura Semakin Membuat Romantis Di Kota Lama Semarang

2/16/20, 09:47 WIB Last Updated 2020-02-16T02:47:42Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

AKSARANEWS.CO.ID - Hadirnya kuliner baru dan pertama kali  masakan Shabu-Shabu di Kota Lama, Semarang disambut hangat wisatawan lokal dan mancanegara yang tiap hari terus memadati Ibukota Jawa Tengah. Memanjakan lidah dengan makanan khas Jepang yang berupa irisan tipis daging domba /sapi yang dimasak di panci berisi air mendidih dan biasa dinikmati di musim dingin menjadi selingan yang dapat menghangatkan suasana saat makan bersama.

Kuliner dengan brand terkenal “Kita Mura” diakui penggagasnya Kenny Prananto cukup mengejutkan buat wisman lokal yang rata-rata menengah ke bawah di Semarang, khususnya di Kota Lama. Resto yang menempati gedung tua PT Pelni yang lokasi sangat strategis di Jalan Mpu Tantular dan Jalan Sri Gunting, Semarang, memang pertama kali ada kuliner yang menyajikan masakan ala Jepang.

“Kalau Cafe yang menyajikan ala Barat dan Eropa sudah banyak yang ditemui di Kota Lama. Namun dengan hadirnya masakan segar dan hangat langsung disantap seperti Shabu-Shabu dari brand terkenal “Kita Mura” pertama hadir di Semarang,” ungkap Kenny.

Kenny bersama  kolega yang terbiasa kuliner bersepakat menginvestasikan modalnya mengembangkan usaha yang diyakini bakal kembali modalnya dalam kurun waktu setahun. “Modalnya cukup besar yang digunakan untuk sewa gedung termasuk mendekorasi ruang ber AC untuk makan dan minum pengunjung resto. Sewa gedung nya selama dua tahun,”katanya lagi

Luas ruangan 300 meter persegi , cukup untuk 132 pengunjung yang dilayani 25 karyawan. Sedangkan menunya tersedia delapan jenis soup yang cukup populer seperti Tomyan, Sukiyaki, Kolagen dan kuah Indomie. Paket makan mulai dari harga Rp.99.000 untuk paket Moku Shita dengan pilihan daging dari AS dan Australia serta paket Yoku Zuna seharga Rp.129.00 per orang dengan daging dari AS dan Australia dan makan sepuasnya.

Pengunjung resto saat soft launching, Sabtu (15/2) sangat istimewa dengan mengundang belasan atlet Taekwondo dari Mongolia , kaum milenial serta sosialita. “Menunya sangat ideal dan enak. Mereka suka,” ujar master Kwak Youngmin, penasehat Taekwondo Mongolia. Kesan yang sama juga dilontarkan Master Alex Harijanto yang berharap resto Kita Mura dapat mengangkat citra Kota Lama, sebagai salah satu ikon Kota Semarang, terbersih se Asia Tenggara. Harapan besar juga dilontarkan Listiani Jaya, sebagai CEO, ingin menjadikan Kota Lama semakin dikenal dengan tetap membawa budaya daerah yang ramah penduduknya dan ramah lingkungannya dengan kuliner yang lengkap. Ada 50 gedung /bangunan kuno dari abad 19 hingga 20 yang menempati lahan seluas 35 hektare. Bangunan tersebut menjadi daya tarik karena arsiteknya bergaya khas Eropa yang masih terawat. Untuk kenyamanan pengunjung setiap Jumat-Sabtu jalan ditutup mulai jam 5 sore.(Sera-21)****
Komentar

Tampilkan

Terkini