Iklan

Ketapang Siap Terjun Lapangan , Walikota Pakai Kaos Oblong Lepas Atribut

1/09/20, 09:06 WIB Last Updated 2020-01-09T02:06:50Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


AksaraNews, BEKASI,- Seminggu Keadaan Luar Biasa (KLB) banjir di Kota Bekasi tinggal sisakan rehabilitasi. "Sampah, lumpur dan kesehaan  masyarakat sekarang yang difokuskan saat paska KLB," kata Walikota Bekasi DR H Rahmat Effendi saat mensikapi posisi KLB banjir.

Atribut Camat, Lurah, Kepala Dinas dan semua jabatan lanjut Walikota ditanggalkan. "Lepas semua atribut bantu warga korban banjir pakai kaos oblong," pinta Rahmat Effendi.

Selanjutnya menurut Rahmat yang juga Politisi Partai Golkar wilayah terparah Pondok Gede Permai (PGP) Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.

"Mapping terparah PGP sehingga seluruh aparatur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilibatkan untuk  merehabilitasi wilayah terparah PGP," terang Pepen panggilan akrabnya.

Fokus rehabilitasi bukan main-main karena arahan Bang Pepen hanya jika ada acara paripurna Dewan saja berganti kostum bukan kaos oblong.

Terkait dengan keterlibatan beberapa OPD Walikota Bekasi menyatakan secara struktur tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Wakil Walikota Bekasi Tri Adianto sebagai Komando di sini,"cuh ujar Wali terkait figur penanggungjawab .

Keterlibatan Asda 3, lembaga vertikal  BNPB , Pemerintah Propinsi Jawa Barat dan donatur lanjut Pepen tetap Komando oleh Wakil Walikota. "Rincian bantuan BNPD sebesar Rp 1 miliar lantas gubernur Rp 2 miliar  serta Rp 4 Triliun Kementerian PUPR  dengan peruntukan normalisasi Kali Bekasi dari hulu termasuk sendimentasi lumpur dan penyempitan aliran sungai."

Alexander se
bagai Kadis Ketahanan pangan bersama Aris mse lakukan pembersihan ketika di IKIP HaJudul satu
KLB Sisakan Rehabilitasi
Walikota: Pakai Kaos Oblong Lepas Atribut

BEKASI,- Seminggu Keadaan Luar Biasa (KLB) banjir di Kota Bekasi tinggal sisakan rehabilitasi. "Sampah, lumpur dan kesehaan  masyarakat sekarang yang difokuskan saat paska KLB," kata Walikota Bekasi DR H Rahmat Effendi saat mensikapi posisi KLB banjir.

Atribut Camat, Lurah, Kepala Dinas dan semua jabatan lanjut Walikota ditanggalkan. "Lepas semua atribut bantu warga korban banjir pakai kaos oblong," pinta Rahmat Effendi.

Selanjutnya menurut Rahmat yang juga Politisi Partai Golkar wilayah terparah Pondok Gede Permai (PGP) Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi.

"Mapping terparah PGP sehingga seluruh aparatur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilibatkan untuk  merehabilitasi wilayah terparah PGP," terang Pepen panggilan akrabnya.

Fokus rehabilitasi bukan main-main karena arahan Bang Pepen hanya jika ada acara paripurna Dewan saja berganti kostum bukan kaos oblong.

Terkait dengan keterlibatan beberapa OPD Walikota Bekasi menyatakan secara struktur tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Wakil Walikota Bekasi Tri Adianto sebagai Komando di sini,"cuh ujar Wali terkait figur penanggungjawab .

Keterlibatan Asda 3, lembaga vertikal  BNPB , Pemerintah Propinsi Jawa Barat dan donatur lanjut Pepen tetap Komando oleh Wakil Walikota. "Rincian bantuan BNPD sebesar Rp 1 miliar lantas gubernur Rp 2 miliar  serta Rp 4 Triliun Kementerian PUPR  dengan peruntukan normalisasi Kali Bekasi dari hulu termasuk sendimentasi lumpur dan penyempitan aliran sungai."

Alexander se
bagai Kadis Ketahanan pangan bersama Aris mse lakukan pembersihan ketika di IKIP Hari Sabtu Minggu dengan fokus bersih di  BALAI  RAKYAT.
(romo  kos)
Komentar

Tampilkan

Terkini