Iklan

KPK Periksa Dirut Perum Perindo Soal Suap Kuota Impor Ikan

12/12/19, 15:00 WIB Last Updated 2019-12-12T08:13:57Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Kamis, 12 Desember 2019

Jakarta, Aksaranews.co.id -  Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil Direktur Utama (Dirut) Perum Perikanan Indonesia (Perindo) Farida Mokodompit sebagai saksi terkait kasus dugaan suap kuota impor ikan. Ia dipanggil sebagai saksi untuk tersangka mantan Dirut Perum Perindo Risyanto Suanda.

Farida dipanggil sebagai saksi untuk tersangka RSU (Risyanto Suanda), ujar  Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (12/12/2019).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga memanggil Direktur PT Transforme Venteru Capital Cana Asia Limited, Desmond Previn; Komisaris PT Inti Samudra Hasilindo, Richard Alexander Anthony dan seorang ibu rumah tangga Efrati Purwantika. Semua akan diperiksa sebagai saksi atas kasus Risyanto.

Dalam kasus Tersebut , Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Risyanto Suanda bersama Mujib Mustofa sebagai tersangka. Mujib disebut sebagai Direktur PT Navy Arsa Sejahtera (NAS) yang telah mendapatkan kuota impor ikan dari Perum Perindo.

RSU (Risyanto Suanda ) diduga telah menerima uang  suap sebesar USD 30 ribu dari tersangka Mujib. Uang diberikan untuk memuluskan agar Mujid mendapat jatah kuota impor ikan .

Ikan  250 (dua ratus lima puluh) ton  berhasil diimpor oleh PT NAS, kemudian ikan-ikan tersebut berada di karantina dan disimpan di cold storage milik Perum Perindo. Berdasarkan keterangan MMU, hal ini dilakukan untuk mengelabui otoritas yang berwenang agar seolah-olah yang melakukan impor adalah Perum Perindo, ujar Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK, Selasa (24/9/2019).

(D/H)
Komentar

Tampilkan

Terkini