Iklan

KPK Panggil Mantan Bupati Kukar Terkait Pencucian Uang

Senin, 02 Desember 2019, 7:06 PM WIB Last Updated 2019-12-02T12:06:11Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Jakarta, 02 Desember 2019

Jakarta,  Aksaranews.co.id - Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam kasus Tindak pidana  pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Khairudin.


Rita bersama Khairudin berstatus tersangka dalam kasus ini. Mereka dijerat sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh KPK.

Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) menduga bahwa Rita dan Khairudin bersekongkol menguasai harta sebesar Rp 436 Miliar. Mereka disangkakan melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

KPK telah  menyita sejumlah aset milik Rita Widyasari yang diduga ada keterkaitan dengan kasus tersebut. Aset Rita terdiri atas rumah, apartemen, hingga Tanah. Kurang-lebih nilai asetnya Rp 70 miliar.

Sementara dalam perkara Gratifikasi  dan suap,  Rita telah di Vonis 10 tahun penjara,  karena telah terbukti menerima Uang Rp.  110 Miliar serta  suap 6 Miliar terkait perijininan proyek Kukar,  perbuatan tersebut dilakukan bersama Khairudin yang kini sudah di Vonis  8 tahun penjara.

Khairudin merupakan Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) serta anggota Tim 11 pemenangan Rita, beliau ikut menerima gratifikasi. Khairudin awalnya anggota DPRD Kukar saat Rita mencalonkan diri sebagai Bupati Kukar periode 2010-2015.

Rita juga dinyatakan bersalah telah menerima uang suap sebesar Rp 6 miliar, Uang suap itu diterima dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun alias Abun. Terkait pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit.

(D/A)
Komentar

Tampilkan

Terkini