Iklan

Komisi Pengawas Persaingan Usaha KPPU Akan Gelar Empat Sidang Keterlambatan Notifikasi Merger

Senin, 02 Desember 2019, 8:11 PM WIB Last Updated 2019-12-02T13:11:18Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Aksara news.co.id - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah menetapkan hasil pemberkasan atas empat transaksi merger dan akuisisi menuju meja persidangan, Komisioner KPPU Guntur Saragih mengatakan di hadapan awak media pada jumpa pers di gedung KPPU, Jakarta, Senin (2 Desember).

Komisioner KPPU Guntur Saragih menjelaskan bahwa pihaknya sangat menekankan kepatuhan para pelaku usaha dalam menjalankan peraturan merger dan akuisisi. Guntur menuturkan bahwa merger dan akuisisi pada perusahaan perusahaan besar memiliki dampak signifikan pada perekonomian. Dia menambahkan bahwa pada Peraturan Pemerintah nomor 57 tahun 2010, para pelaku usaha diwajibkan melaporkan transaksi merger dan akuisisi 30 hari setelah berlaku tanggal yuridis dari Kementerian Hukum dan HAM.

Sementara itu, Deputi Penegakan Hukum KPPU Hadi Susanto menyayangkan sejumlah perusahaan besar yang kurang mematuhi peraturan tersebut.

“Perusahaan perusahaan yang well-established seharusnya mematuhi peraturan merger dan notifikasi,” kata Hadi kepada Aksaranews.co.id.

Keempat transaksi tersebut meliputi PT. Mitra Barito Gemilang yang diakuisisi Astra Agro Lestari Tbk terlambat 634 hari, akusisi Terminal Bangsa Mandiri atas FKS Multi Agro Tbk. terlambat 1006 hari, pengambil alihan saham FKS Multi Agro Tbk atas Kharisma Cipta Dunia Sejati terlambat 889 hari; dan akusisi Pani Bersama Jaya atas oleh Merdeka Coppers Gold Tbk terlambat 15 hari.

“Merger dan Akuisisi penting untuk dilakukan pengawasan, ketika mereka belum melaporkan artinya KPPU belum bisa menilai dampak dari transaksi mereka,” Komisioner KPPU Guntur menuturkan kepada Aksaranews.co.id.

Kendati demikian, KPPU sedang memastikan jadwal sidang untuk keempat perkara tersebut, ucap Guntur tanpa merinci secara detail tanggal persidangan.
(*LGH*)


Komentar

Tampilkan

Terkini