Iklan

Kejagung Usut Korupsi di Dalam Asuransi Jiwasraya

12/20/19, 05:20 WIB Last Updated 2019-12-19T22:20:33Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Kamis,  19 Desember 2019

Jakarta, Aksaranews.co.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan respons positif terhadap Kejaksaan Agung (Kejagung) telah mengusut kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero).  Kejagung memastikan bahwa ada praktik korupsi di perusahaan asuransi pelat merah tersebut.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan,  Kita senang Kejagung sudah merespons persoalan tersebut , Meresponsnya lebih jauh setelah OJK (Otoritas Jasa Keuangan) ke Kejaksaan Agung juga,  Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2019).


Tiga instansi telah membawa masalah Jiwasraya ke ranah hukum. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk memperbaiki Jiwasraya,  ujar Arya.


Beliau  juga menekankan pihak yang bersalah mesti bertanggung jawab terkait persoalan ini, baik dari Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan), OJK sudah mengarahkan ke ranah hukum. Jadi tiga lembaga sesudah BUMN, OJK, Kementerian Keuangan sudah mendorong pihak Kejaksaan Agung untuk memproses kasus ini. yang bersalah dan merugikan negara harus bertanggung jawab, jelasnya .

Jaksa Agung ST Burhanuddin memastikan adanya praktik korupsi di Jiwasraya. Kejaksaan menaksir kerugian negara akibat korupsi di Asuransi tersebut mencapai Rp 13,7 triliun.

Akibat dari transaksi tersebut, PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) sampai Agustus 2019 menanggung potensi kerugian negara Senilai Rp 13,7 triliun. Ini baru perkiraan awal. Jumlah Rp 13,7 triliun hanya perkiraan awal dan diduga akan lebih dari jumlah tersebut, jelasnya saat jumpa pers di Kejagung, Jakarta Selatan, Rabu (18/12/2019).

(D/H)
Komentar

Tampilkan

Terkini