Iklan

Menkes Meluruskan Soal Modus Dokter Yang Bikin Defisit BPJS Kesehatan

Sabtu, 30 November 2019, 8:32 AM WIB Last Updated 2019-11-30T02:02:13Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



Sabtu,  30 November 2019

Jakarta, Aksaranews.co.id -Menteri kesehatan RI  Terawan Agus Putranto menjelaskan bahwa Defisit yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, menimbulkan banyak asumsi tentang adanya modus yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk sengaja memberikan pelayanan yang tidak perlu kepada pasien pengguna BPJS, Menimbulkan Peningkatannya Anggaran.

Beliau meluruskan, bahwa hal ini bukan tentang modus yang selama ini yang  selalu  diperbincangkan. Melainkan adanya Problem penggunaan atau tindakan yang berlebihan.

Perihal Ini bukan masalah modus, Tetapi masalah penggunaan yang berlebihan. Kalau modus itu salah satu tindakan, kalau tindakan berlebihan adalah tindakan yang semestinya bisa dilakukan dengan cara yang lain, jelas Menkes Terawan, di Gedung Kementrian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (29/11/2019).


Tindakan yang  berlebihan diberikan oleh tenaga medis/ kesehatan untuk melayani pasien BPJS, sebenarnya tidak perlu. Contohnya , ibu hamil yang ingin melakukan Sectio (operasi sesar) agar anaknya bisa lahir pada hari tertentu, atau ingin lahirnya bisa sesuai Pon, Wage, Kliwon, ya jangan disectio. Ya berdoa biar lahirnya bisa wage atau kliwon. Jangan minta disectio, jelas Terawan, memberikan contoh.

(H/D)
Komentar

Tampilkan

Terkini