Iklan

Peringatan dan Harganas serta Penyerahan UN Tertinggi di Pemkot Bekasi

Senin, 01 Juli 2019, 10:17 AM WIB Last Updated 2019-07-01T03:17:15Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Aksaranews.co.id - Apel Senin pagi yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional ke 26 tahun 2019 dan penyerahan penghargaan peserta dengan nilai Ujian Nasional tertinggi di Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi hadir sebagai pembina apel dan juga dihadiri Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, Ketua TP PKK Kota Bekasi, Gunarti Rahmat Effendi, Wakil Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Reny Hendrawati dan jajaran ASN dan Non ASN Pemerintah Kota Bekasi.


Penyerahan 10 Besar peserta hadil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP tahun ajaran 2018/2019 Kota Bekasi, antara lain :

1. Daffa Andra Pahlevi dengan nilai 393.50 dari SMP Negeri 1 Bekasi

2. Santasila Bryan Kusno dengan nilai 393.50 dari SMP Penabur Harapan Indah

3. Airyn Nabiel Karaputri dengan 393.50 dari SMP Labschool Cibubur.

4. Evanael Jevico Garcia dengan nilai 393.50 dari SMPK Penabur Sumareccon Bekasi.

5. Dave Matthew Pangaribuan dengan nilai 393.50 dari SMPK Penabur Sumareccon Bekasi.

6. Claudia Juliarta Sutikno (393.00) dari SMPK Penabur Harapan Indah

7. Yoan Alfando (391.50) dari SMP Negeri 1 Bekasi.

8. Jessica Attalya Suzuki (391.50) dari SMP K Penabur Harapan Indah

9. Mahmudatul Khoirot (391.50) dari SMP Model Ar Riyadh Insan Cendekia

10. Nadhira Jannata Anbar (391.00) dari SMP Negeri 1 Bekasi.


Juga diserahkan kepada Kepala Sekolah predikat 10 besar Sekolah tingkat SMP dengan hasil UNBK tertinggi, diantaranya :

1. SMP Islam Al Azhar 8 (365.68)

2. SMP Negeri 1 Bekasi (354.58)

3. SMP K Penabur Harapan Indah (352.56)

4. SMP Highfield Bekasi (337.88)

5. SMP Labschool Cibubur (336.10)

6. SMP Islam Al Fajar (333.92)

7. SMP Global Prestasi (333.29)

8. SMP IT Nur Hikmah (332.89)

9. SMP Unity School (332.46)

10. SMP Bina Nusantara (331.60)


Usai penyerahan penghargaan, Wali Kota Bekasi selaku pembina apel membacakan naskah amanat dari Sekretarian Utama BKKBN, H. Nofrijal, SP. MA dengan berisikan keluarga merupaka tempat penyemaian pertama nilai aspek kehidupan, hal ini menjadi tempat sosialisasi dan internalisasi pertama pula terhadap hal tersebut, sebagai unit kecil di masyarakat keluarga harus memiliki kekuatanbdan ketahanan sehingga membentuk masyarakat yang kuat dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan yang ada.


Peringatan Harganas ini setiap tanggal 29 Juni pada tiap tahunnya, kini sudah memasuki yamg ke 26 Tahun, sesuai dengan keputusan Presiden RI no 39 tahun 2014 tentang Hari Keluarga Nasional, tahun ini peringatan di selenggarakan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, ditujukan untuj menggelorakan dan sosialisasi program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga untuk mewujudkan bangsa indonesia yang berkarakter dan sejahtera.


Peringatan Harganas tahun 2019 ini akan merefleksikan tentang 4 konsep pendekatan ketahanan keluarga yakni Keluarga Berkumpul, keluarga berinteraksi, keluarga berdaya serta keluarga peduli dan berbagi. Konsep ini sangat bermanfaat dalam menghadapi era 4.0 agar keluarga karena pada era pemanfaatan teknologi lebih kedepankan sehingga hal ini lebih cenderung antar anggota keluarga.


Dalam pembacaan amanatnya, Wali Kota Bekasi memaparkan makna keluarga memiliki 8 fungsi yakni Agama, Cinta Kadih, Perlindungan, Ekonomi, Sosial Pendidikan, Reproduksi, Sosial Budaya dan Lingkungan.


"Dengan menjalankan seluruh fungsi keliarga tersebut maka akan tercapai keluarga yang berkualitas dan berketahanan serta berkarakter yang nantinya mrnciotakan bangsa Indonesia yang sejahtera" ujar Wali Kota Bekasi.


Harapan nya di Harganas XXVI ini, menjadi momentum dan kesempatan untuk menjadi stimulasi dalam mewujudkan visi dan misi BKKBN serta diharapkan juga sebagai ajang meningkatkan komitmen dan sinegritas antara BKKBN dengan mitra kerja lainnya baik Pemerintahan maupun pihak swasta dalam mendukung program keberhasilan program kependudukan.


(*)
Komentar

Tampilkan

Terkini