Iklan

Disdik Kota Bekasi Akan Merger 111 SDN

Jumat, 05 Juli 2019, 9:13 PM WIB Last Updated 2019-07-05T14:13:29Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini




Aksaranews.co.id -KOTABEKASI - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi berencana melakukan merger terhadap 111 Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang kekurangan murid. Penggabungan SDN ini dilakukan untuk lebih menekan pengeluaran biaya operasional sekolah.

"Merger sekolah dasar ini merupakan langkah efisiensi pengeluaran operasional sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah

Inayatullah menjelaskan penggabungan SDN tersebut bukannya tanpa alasan. Selama ini keberadaannya dinilai kurang efektif karena tidak memiliki peserta didik yang memadai serta minim sarana prasarana.

Lanjut, Inayatullah, kalaupun keberadaan SD tersebut tetap dipertahankan, tuturnya, maka hasilnya tak akan begitu efektif. Bahkan dikhawatirkan tak akan mampu memenuhi Delapan Standar Nasional Pendidikan Indonesia yang menjadi tujuan dan ditetapkan dalam Permendiknas.     

"Merger yang kita laksanakan terhadap SDN tersebut telah sesuai dengan Permendikbud nomor 36 tahun 2014 tentang Pedoman Pendirian, Perubahan, dan Penutupan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah serta kita juga merujuk kepada Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 421.2/KEP.486-DISDIK/XII/2018 Tentang Penggabungan Sekolah Dasar Negeri Kota Bekasi," katanya

Pihaknya juga menambahkan, saat ini, Disdik telah memiliki data beberapa sekolah yang akan di merger ini. "Disdik telah memiliki datanya dan tentunya proses kebijakan ini sudah melalui rapat pembahasan panjang, serta sosialisasi," jelas Inayatullah.

Ia pun menegaskan, kurangnya murid pada sekolah tertentu bukan karena kualitasnya yang buruk melainkan warga di sekitar sekolah usianya sudah melewati batas usia sekolah dasar.

"Usia warga  di daerah tersebut bukan lagi usia untuk masuk sekolah tingkat dasar. Jadi nantinya bila gedung sekolah dasar masih ditemukan sepi murid, bisa dilakukan penggabungan atau bangunannya bisa dipergunakan untuk membangun sekolah tingkat menengah pertama," kata Inayatullah.

Dia menambahkan, program ini juga memberi dampak baik bagi perkembangan sekolah dasar yang masih di bawah tingkat kualitas pendidikannya.

"Program ini merupakan strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekolah dasar. Misal, kepala sekolah SD A sudah menjabat selama kurun waktu delapan tahun. Nantinya bisa ditempatkan ke sekolah lain guna dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan," kata Inayatullah. (*)
Komentar

Tampilkan

Terkini